Minggu kemarin, teman saya Rizal yang pulang dari kampung halamannya di Aceh sudah kembali ke Jawa. Dengan membawakan satu kardus oleh-oleh dari Bumi Serambi Mekah tersebut di dalamnya ada beberapa bungkus kopi. Yaitu Kopi Gayo merk “Lakun Coffee” dan Kopi Aceh merk “Ulee Kareng“. Kopi Gayo ini memang pesanan teman-teman di kantor ketika dia mau pulang. Denger-denger sih, katanya Kopi Gayo itu salah satu dari sederet kopi terbaik di dunia. Kopi Gayo sebenarnya punya dua jenis, yakni kopi robusta dan kopi arabika. Namun lebih banyak memfavoritkan yang jenis robusta. Sedangkan yang jenis arabika diekspor ke Eropa dan Amerika.
Saya pun penasaran ingin segera nyicipin kopinya. Meski sebelumnya juga pernah merasakan Kopi Aceh, tapi tetep kudu dicoba. Dua merk Kopi tersebut termasuk dalam jenis kopi robusta organik. Bubuk Kopi Gayo diproduksi dari Dataran Tinggi Gayo, Takengon, Aceh Tengah. Sedangkan Kopi Ulee Kareng diproduksi di Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam.
Menurutku sih, rasanya hampir mirip dengan Mandailing Sumatra. Tapi harumnya memang khas. Penilaian saya ini ya menuruti slogan yang ada di bungkusnya itu “Soal Rasa Jujur Aja!!!”.



kopi ini seperti duduk disamping kusir yang sedang mengendarai delman istimewa.
maksudnya bagaimana ya kang?